Cari Blog Ini

Rabu, 23 Juni 2010

Potato Lesson

Suatu ketika, ada seorang guru yang meminta murid2-nya untuk membawa satu kantung plastik bening ke sekolah. Lalu ia meminta setiap anak untuk memasukkan beberapa kentang ke dalamnya.
Setiap anak diminta untuk memasukkan sebuah kentang, untuk setiap orang yang tak mau mereka maafkan.

Mereka diminta untuk menuliskan nama orang itu, dan mencantumkan tanggal di dalamnya. Ada beberapa anak yang memiliki kantung yang ringan, walau banyak juga yang memiliki plastik kelebihan beban.

Mereka diminta untuk selalu membawa kantung bening itu siang dan malam. Kemana saja harus mereka bawa, selama satu minggu penuh. Kantung itu harus ada di sisi mereka kala tidur, diletakkan dimeja saat belajar, dan ditenteng saat berjalan.

Lama-kelamaan kondisi kentang itu semakin tak menentu. Banyak dari kentang itu yang membusuk dan mengeluarkan bau yang tak sedap. Hampir semua anak mengeluh dengan pekerjaan ini. Akhirnya, waktu satu minggu itu selesai. Dan semua anak agaknya banyak yang memilih untuk membuangnya daripada menyimpannya terus menerus.

Teman, pekerjaan ini setidaknya memberikan hikmah spiritual yang besar sekali buat anak2. Suka-duka saat membawa2 kantung yang berat akan menjelaskan pada mereka, bahwa membawa beban itu sesungguhnya sangat tidak menyenangkan.
Memaafkan sebenarnya adalah pekerjaan yang lebih mudah, daripada membawa semua beban itu kemana saja kita melangkah.

Ini adalah sebuah perumpamaan yang baik tentang harga yang harus kita bayar untuk sebuah kepahitan yang kita simpan, dan dendam yang kita genggam terus-menerus. Getir, berat, dan meruapkan aroma yang tak sedap, bisa jadi, itulah nilai yang akan kita dapatkan saat memendam amarah dan kebencian.

Sering kita berpikir, memaafkan adalah hadiah bagi orang yang kita beri maaf.
Namun kita harus kembali belajar bahwa pemberian itu adalah juga hadiah buat diri kita sendiri.

Hadiah untuk sebuah kebebasan.
Kebebasan dari rasa tertekan, rasa dendam, rasa amarah, dan kedegilan hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar