Cari Blog Ini

Rabu, 23 Juni 2010

Inspirasi dari seekor tikus...

PERANGKAP TIKUS

Sepasang suami dan istri petani pulang ke rumah setelah berbelanja.
Ketika mereka membuka barang yang dibeli, seekor tikus memperhatikan gelagat sambil menggumam “Hmmm…makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??”
Ternyata yang dibeli oleh petani hari ini adalah perangkap tikus.
Sang tikus pun risau bukan kepalang.
Ia bergegas lari ke sarang dan berteriak, ” Ada perangkap tikus di rumah…..di rumah sekarang ada perangkap tikus!!!”

Ia pun mengadu kepada ayam dan berteriak, ” Ada perangkap tikus !”
Sang Ayam berkata, ” Tuan Tikus ! Aku turut bersedih tapi perangkap itu tak akan berpengaruh dengan aku.”
Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak seperti tadi.
Sang Kambing pun jawab sama seperti sang ayam katakan, “Aku pun turut bersimpati…tapi tidak ada yang bisa aku lakukan. Lagi pula tdk ada pengaruh nya dengan aku. “
Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama. ” Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali. Tak mungkinlah sebesar aku ni bisa masuk perangkap tikus. ”
Dengan rasa kecewa ia pun berlari ke hutan menemui Ular. Sang ular berkata ” Ya elah kau ni…Perangkap Tikus yang sekecil tak kan la nak membahayakan aku.”

Akhirnya Sang Tikus kembali ke rumah dengan pasrah kerana mengetahui ia akan menghadapi bahaya seorang diri.
Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar ada suara berdetak, perangkap tikusnya berbunyi menandakan umpan sudah menangkap sesuatu. Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa yang masuk perangkap.
Buntut ular yang terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik rumah.
Walaupun si Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, istrinya tidak sempat diselamatkan.
Si suami pun membawa istrinya ke rumah sakit.
Beberapa hari kemudian istrinya sudah boleh pulang tp tetap saja msh demam.
Istrinya lalu minta dibuatkan sup cakar ayam oleh suaminya karena dipercaya sup cakar ayam bisa mengobati demam.
Tanpa berpikir panjang si Suami pun dengan segera menyembelih ayamnya untuk memperoleh cakar untuk membuat sup.
Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung sembuh.
Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing.
Ia lalu menyembelih kambingnya untuk mengambil hatinya.
Masih juga isterinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia.
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Banyak sungguh orang datang melawat jenazahnya. Kerana rasa sayang suami pada istrinya, tak sampai hati pula dia melihat orang banyak tak dihidangkan apa-apa.
Tanpa berfikir panjang dia pun menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang berziarah.
Dari kejauhan…Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan.

Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.

SUATU HARI….KETIKA ANDA MENDENGAR SESEORANG DALAM KESUSAHAN DAN MENGIRA ITU BUKAN URUSAN ANDA…PIKIRKANLAH SEKALI LAGI.. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar