Suatu hari,, ada seorang perampok yang sungguh 'lihai' dalam merampok...
ia tidak pernah kecolongan sama sekali dalam merampok,,
tak pernah gagal
tak pernah ketahuan...
perampok ini sudah menikah dan memiliki seorang anak laki - laki yang berumur 1 tahun...
Ia menginginkan 'jagoan'nya itu kelak menjadi sepertinya juga, yg tidak lain adalah seorang 'jagoan'
waktu demi waktu...
hari demi hari...
bulan demi bulan...
tahun demi tahun...
demikianlah Sang perampok menghidupi 'jagoan' semata wayangnya itu.
tak ada kesadaran sama sekali..
kini sang jagoan junior telah berusia 15 tahun,, tumbuh menjadi seorang remaja yang gagah..
tak ada yang mau berteman dengannya mengingat pekerjaan ayahnya..
tiba - tiba... sang ayah memutuskan untuk berhenti membiayai anaknya sekolah hingga tingkat SMP.
ia bermaksud untuk mengajarinya merampok seperti dirinya..
pada awalnya, anaknya mengikuti terus kata demi kata yang sang ayah jelaskan..
namun ... saat langsung terjun ke lapangan
sang ayah berpesan ''sebelum, merampok, lihat kanan, lihat kiri, lihat di sekitarmu jika memungkinkan, langsung saja".. lalu sang anak mnjawab "bagaimana dari atas yah ??? bukannya kata guru agama saya Tuhan pasti tahu apa yang kita lakukan"
sang ayah hanya terdiam...
itulah teman - teman
sekilas cerita tentang seorang perampok
teman - teman, Tuhan Maha Tahu,,,,
apapun yang kita lakukan, walaupun benar - benar tidak ada yang melihatnya atau mengetahuinya
ingatlah ! Tuhan selalu Tahu yang kita lakukan
jadi,, apabila mau lakukan sesuatu,.... jangan hanya melihat dari sisi sekitar saja.. ingatlah akan Tuhan :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar